SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN
NEGARA – NEGARA
AFRIKA
Afrika merupakan Benua terbesar
kedua di dunia. Pada awalnya tidak ada yang tertarik dengan benua ini termasuk
bangsa-bangsa barat. Hal ini diakibatkan karena di Afrika tanahnya gersang,
sulit air, tandus, dan banyak terdapat gurun pasir yang luas.Tetapi setelah
bangsa barat datang ke Afrika, maka wilayah Afrika dibagi menjadi banyak
wilayah kekuasaan
Sampai dengan PD I tinggal ada 2
negara yang merdeka yaitu : Liberia dan Ethiopia. Sementara negara lainya sudah
dikuasai oleh bangsa barat, Misalnya : Inggris berkuasa di :Mesir, Sudan,
Uganda, Kenya, dll yang semuanya merupakan daerah yang subur dan padat
penduduknya. Sementara kekuasaan Prancis Meliputi :Sahara, Gueinia, Maroko
Aljazair, Tunisia, dll. Adapun wilayah yang dikuasai Prancis Terbagi dalam dua
Propinsi besar yaitu : Afrika barat Prancis dan Afrika Equator Prancis. Selain
itu negara lainya di Afrikapun rata-rata juga sudah dikuasai bangsa barat
lainya.
Kebanyakan negara-negara barat
didalam menguasai Afrika tidak sampai daerah pedalaman, hanya Inggris dan
Prancis yang melakukan itu. Inggris hampir menguasai seluruh daerah Afrika dari
utara ke selatan, terbukti dengan dibangunya jalur kereta api dari Cape sampai ke
Cairo oleh Cecil Rhodes. Prancis yang ingin menguasai dunia dari samodra ke
samodra di Afrika barat berhasil menemukan lautan Atlantik dan Guinia Prancis.
Niat Inggris yang ingin menguasai dari daerah utara ke selatan terhalang oleh
Jerman yang menguasai daerah Tanganyika dan Afrika bagian timur berdasarkan Perjanjian
Helgoland 1892. Sebaliknya cita cita Prancis juga terhalang inggris di
Sudan. Dengan melihat fakta diatas maka jelas bahwa sebelum Perang Dunia I
daerah Afrika terbagi bagi menjadi daerah daerah kekuasaan bangsa barat.
Di Afrika selatan menjelang perang
dunia I terjadi konflik antara orang Inggris dengan orang Prancis
keturunan. Hal ini disebabkan karena Inggris ingin agar Afrika Selatan yang
sudah memperoleh hak otonomi berdiri dibelakang sekutu. Sementara orang Boer
yang secara psikis lebih dekat dengan Jerman ingin agar Afrika selatan memihak
Jerman. Akhirnya Inggris yang menang dan Afrika Selatan berdiri di belakang
sekutu.
Perang dunia I membawa perubahan
peta kekuasaan di Afrika. Yaitu tersisihnya dua penguasa berdasarkan perjanjian
Versailles. Negara yang kalah dalam perang harus menyerahkan daerah kekuasanya
pada LBB menjadi daerah mandat. Daerah Jerman sebagian besar dikuasai
oleh Inggris dan Prancis. Tanganyika dikuasai Inggris dan Belgia berkuasa di
Ruanda dan Burundi.
Selama waktu antara Perang dunia I
dan II belum muncul Nasionalisme di Afrika. Baru setelah selesai perang dunia
II munculah nasionalisme besar-besaran di Afrika maupun di Asia yang ingin
melepaskan diri dari penjajahan bangsa bangsa Eropa dengan tujuan untuk
mencapai sebuah kemerdekaan. Setelah melalui perjuangan panjang akhirnya
bangsa-bangsa di Afrika banyak yang mencapai Kemerdekaan pada sekitar tahun
1960. Selain dicapai melalui perjuangan kemerdekaan juga dicapai melalui
solidaritas negara-negara di Asia dan Afrika juga ada yang dicapai secara damai
yaitu kemerdekaan yang diberikan langsung oleh negara yang menjajah. Hanya
ada dua negara yang tidak mau melepaskan tanah jajahanya yaitu Spanyol
dan Portugis. Bekas jajahan Inggris dan Prancis terpecah menjadi negara-negara
kecil yang merdeka. Adapun kelompok negara negara baru tersebut adalab sebagai
berikut:
1.
Bekas
jajahan Inggris : Sudan, Uganda, Kenya, Zansibar, Tanzania, Malawi dan
Zambia.
2.
Di
Afrika Barat : Ghana, Senegal, Gambia, Nigeria dan Somalia.
3.
Daerah
Prancis di Afrika Utara meliputi : Maroko, Aljazair, Tunisia, Mauritania,
Niger, Pantai gading, Afrika Tengah, Chad, Kamerun, Togo, Malagazi, Eritrea,
Congo, Gabon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar