Nama : Wiwin Rahmah Sari
Nim :
1302045148
Tugas : HIK ( Amerika Latin)
Dosen : Ibu Uni W Sagena, S.IP, M.Si.Ph.D
Perkembangan
Kawasan Amerika
Latin
Istilah Amerika Latin muncul
sebagai sebuah implikasi dari para penulis Perancis pada abad 19 kepada tiga
sub-kawasan, yang antara lain; Amerika tengah, Karibia, dan Amerika selatan.
Amerika latin adalah negara yang ada di belahan bumi barat sebelah selatan dan
tenggara Amerika serikat, yang pernah di jajah oleh Negara eropa terutama
Spanyol dan juga Portugal.
Banyak yang menjadi perintis dari
gagasan-gagasan regionalisme dan kerjasama regional di kemudian hari. Setelah
Kongres Panama, timbullah Kongres di Peru (Lima,1847) antara Peru, Bolivia,
Chili, Ecuador, dan Granada Baru. Antara tahun 1847-1848 saja ada 19
pertemuan-pertemuan sejenis. Tercapai “Continental Treaty” antara Peru, Chili
dan Ecuador (15 September 1856 di Santiago de Chile). Sebagai contoh, yang baru
terjadi, ialah Konperensi Antar Amerika dari negara-negara Karibia di
Havana/Kuba (1939), dan di sektor ekonomi antaranya timbul River Plata Regional
Economic Conference di Montevideo, (Januari-Pebruari1941). Setelah Perang Dunia
kedua, Meksiko menjadi tuan rumah dari Inter-American Conference on the
Problems of War and Peace (Meksiko City, 1945).
Organsisasi yang
bersifat regional maupun internasional terus digalang, dengan harapan akan
tercipta keharmonisan politik dan kesejahteraan ekonomi di amerika latin.
Organisasi tersebut misalnya saja The Organitation of american states (OAS),
Organization de los Estados Americanus (OEA), kemudian di tahun 1975 muncul
Sistema Economico latino Americano (SELA), Latin America free trade (LAFTA)
yang kemudian berganti nama di tahun 18 maret 1981, menjadi, latin American
Integration Association (LAIAI).
Faktor pendorong regionalismo
di Amerika Latin
·
Faktor Intern
Karena negara-negara di Amerika Latin memandang perlu adanya kerja sama
kawasan (regional cooperation) untuk bersama-sama mengkonsolidasikan
hasil-hasil perang kemerdekaan dan revolusi. Mereka juga memandang penting pula
adanya kerjasama dalam membangun masyarakat Amerika Latin, walaupun
masing-masing pemerintah akan menetapkan polanya sendiri.
·
Faktor Ekstern
Masyarakat Amerika Latin melihat adanya bahaya yang mengancam, baik yang
berupa intervensi fisik maupun intervensi politik yang kasar, maupun yang
berupa penetrasi sosial, ekonomis dan kultural, serta bentuk-bentuk baru dari
subversi asing yang lebih halus ramifikasinya.
Faktor penghambat regionalismo
di Amerika Latin
Amerika Latin belum mampu bersaing
dalam ekonomi internasional karena memiliki kinerja sektor teknologi yang lemah
padahal di era globalisasi, teknologi menjadi alat utama pendorong
industrialisasi (Castells dan Laserna, 1989:539). Inilah yang menjadi
faktor kedua menurunnya ekonomi Amerika Latin. Mereka juga tidak cukup mampu
untuk mengimpor teknologi karena ekspor mereka tidak mencukupi untuk pertukaran
tersebut. oleh karena itu Amerika Latin pada akhirnya mengambil jalan keluar
dengan mengombinasikan kebijakan impor dan penggunaan teknologi endogen. Oleh
karena keadaan inilah pada akhirnya Amerika Latin disetir oleh kepentingan
Amerika Serikat untuk menukar teknologinya dengan penetrasi pasar (Castells dan
Laserna, 1989:542). Hal ini dikarenakan pula oleh ketertarikan Amerika Serikat
terhadap komoditas alam Amerika Latin yang tidak bisa didapatkan dalam
negaranya sendiri. Oleh karena itu mereka memanfaatkan kondisi ini untuk
memajukan perekonomian mereka sendiri dengan dalil membantu Amerika Latin lewat
perusahaan multinasional yang beroperasi di negara-negara Amerika Latin. Di
sini pasar keuangan dan lembaga-lembaga ekonomi Amerika Serikat mulai masuk dan
mendominasi dalam arus modal Amerika Latin.
Pendapat
Pesimis
Saya pesimis apabila kedepannya Amerika
latin akan menjadi regionalisme yang lambat berkembang, hal ini dapat dilihat
dari teori dependensi adalah teori yang muncul dari sejarah Amerika Latin, di
mana ketergantungan ini menyerang sektor ekonomi yang lemah akibat kurangnya
pengetahuan dan kinerja teknologi. Dari ketergantungan sektor ekonomi inilah
kemudian sektor-sektor seperti sosial dan politik juga ikut disetir oleh
negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Menurut saya, revolusi teknologi
telah mengintegrasikan negara dunia dalam satu sistem terpadu di bawah ekonomi
internasional. Namun teknologi juga telah membawa kelebihan dan
kekurangan terhadap integrasi tersebut. Negara-negara yang mampu memperbaiki
teknologinya akan menjadi pilot, sementara yang tertinggal akan menjadi
penumpang yang hanya bisa mengikuti arah pilot mengemudikan pesawatnya.
Sistem kapitalis telah mendominasi. Pada
era baru ini, sistem kapitalis telah memperkenalkan kita pada revolusi
teknologi, formasi sistem ekonomi internasional, dan proses restrukturisasi
dasar sosioekonomi. Amerika Latin sendiri pernah mengalami krisis sosial dan
ekonomi yang menyebabkan mereka harus melakukan pemulihan besar-besaran, krisis
ini disebabkan oleh masalah utang luar negeri dan kebijakan-kebijakan yang
memperparah keadaan terhadap hal tersebut.
Pada masa ekspansi sistem kapitalis ke
dunia, Amerika Latin telah melihat bahwa keadaan ekonominya memburuk dalam
ekonomi internasional. Amerika Latin kehilangan daya saing, peran eksternal
telah dikembangkan dengan fkous perdagangan pada Amerika Utara untuk
restrukturisasi ekonomi sehingga muncullah bentuk ketergantungan baru, terutama
terhadap OECD atau Organization for Economy Cooperation and Development
(Castells dan Laserna, 1989:538). Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan
menurunnya Amerika Latin dalam ekonomi dunia. Pertama, transformasi struktur
perdagangan dunia, di mana bahan-bahan baku dan komoditas pertanian mulai
menurun sementara barang-barang manufaktur semakin meningkat. Hal ini sangat
tidak menguntungkan Amerika Latin karena mereka sangat lemah dalam pengolahan
barang manufaktur sementara komoditas alamnya justru melimpah.
Refleksi
Kawasan
Afrika
Saya lebih berminat pada kawasan
Afrika, karena Afrika adalah regionalisme yang memiliki potensi yang perlu
dipertimbangkan. Hal ini dapat dilihat dari SDA yang melimpah seperti; minyak,
berlian, emas dan
sebagainya.
Untuk
mendalami regionalisme di kawasan Afrika saya akan memfokuskan pada kemajuan
perkembangan Regionalisme Afrika dengan melihat pada SDA yang dimiliki.
Bagaimana Afrika dapat membangun integrasi di berbagai sektor, sehingga dapat
menjadi kawasan yang tidak hanya menjadi tempat pengeksploitasian SDA saja,
melainkan dapat menuntaskan kemiskinan yang sering melanda wilayah tersebut.
Serta banyaknya konflik internal yang belum terselesaikan.
Dengan
mempelajari kawasan Afrika, saya telah memiliki wawasan tentang bagaimana
keadaan di Afrika dan apa saja potensi yang dimiliki oleh Afrika. Selain itu,
saya dapat mengetahui apa yang menjadi faktor penghambat dan pendorong di
kawasan tersebut.
Selain
Afrika saya juga berminat untuk mendalami regionalisme di wilayah Asia Barat
atau Timur Tengah yang memiliki banyak konflik, tetapi wilayahnya sangat diperhitungkan
oleh negara-negara di dunia untuk dapat berinteraksi ke dalam wilayah tersebut.
Timur Tengah adalah wilayah yang unik dan menarik untuk diteliti.
Saya
berharap untuk kedepannya dapat mengangkat judul skripsi dari kawasan Afrika dan dapat memberikan sumbangan pemikiran
tentang wilayah tersebut.
Referensi
Castells, Manuel dan Laserna, Roberto. 1989. “The
New Dependency: Technological Change and Socioeconomic Restructuring in Latin
America” dalam Sociological Forum, Vol. 4, No. 4, Special Issue:
Comparative National Development:Theory and Facts for the 1990s, pp. 535-560.
Published by: Springer.
Isnaeni, Debby R. & Kurniawati, Sandra.
2011. Penerapan Teori Dependensi di Amerika Latin. Bandung: Institut
Teknologi Bandung.
Kriger, L.S, meill K., jantzen, S.L.1994.
WorldHistory fourth edition, Perspectives on The Past. Lexington: D.C. Heath
Parwito M Sitradj, (2014). Koran Jakarta : Masa
Depan Amerika Latin
Santos, Theotonio dan Randall, Laura. 1998. “The
Theoretical Foundations of the Cardoso Government: A New Stage of the
Dependency-Theory Debate” dalam Latin American Perspectives, Vol. 25,
No. 1, The Brazilian Left and Neoliberalism, pp. 53-70. Published by: Sage
Publications, Inc.
http://prita-f-w-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-77698-MBP%20Amerika%20Latin-Teori%20Dependensi%20di%20Amerika%20Latin.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar