Senin, 23 Februari 2015

Nama-nama Bulan dalam Islam


Bulan Islam



Islam mengikuti tarikh yang dihitung sejak Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah (622). Perhitungan hari dan bulan Hijriah didasarkan pada peredaran bulan. Tarikh Hijriah mempunyai 12 bulan, berikut nama bulan Hijriah.

Bulan Kamariah

1.      MUHARAM
Pada bulan ini larangan perang terhadap kaum Kafir Quraisy dicabut. Bagi kaum Syiah, Muharam merupakan bulan ratapan atas kematian Husein bin Ali (w. 10 Muharram 61).

2.      SAFAR
Safar adalah bulan ke-2 dalam bulan Kamariah yang berarti ‘’kosong’’ atau ‘’kuning’’. Pada masa lalu, para pria Arab pergi ke luar rumah mereka untuk berperang, berdagang dan bertulang setiap bulan Safar tiba. Rumah menjadi kosong.

3.      RABIULAWAL
Rabiulawal adalah bulan ke-3 dalam bulan Kamariah. Pada tanggal 12 Rabiulawal dirayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid). Peringatan ini dirayakan di seluruh dunia, meskipun caranya berbeda-beda menurut budaya lokal.

4.      RABIULAKHIR
Bulan ke-4 dinamai Rabiulakhir, yang berarti ‘’menetap terakhir’’, karena pada masa lalu pria Arab menetap di rumah untuk terakhir kalinya.

5.      JUMADILAWAL
Bulan ke-5 dalam bulan Kamariah yang berarti ‘’kemarau pertama’’

6.      JUMADILAKHIR
Bulan ke-6 dalam bulan Kamariah berarti ‘’kemarau terakhir’’

7.      RAJAB
Rajab adalah bulan ke-7 dalam bulan Kamariah yang berarti ‘’mulia’’. Menurut sejarahnya, bulan Rajab dimuliakan orang Arab dengan menyembelih anak unta pertama dari induknya. Pada bulan ini dilarang berperang dan pintu Ka’bah dibuka.

8.      SYAKBAN
Syakban adalah bulan ke-8 dalam bulan Kamariah yang berarti ‘’berserak-serak’’. Menurut sejarahnya, orang Arab bertebaran pergi ke lembah dan oase untuk mencari air pada bulan ini.

9.      RAMADAN
Bulan ke-9 dalam tarikh Hijtiah dinami Ramadan, yang secara etimologis berarti ‘’terik’’ atau ‘’terbakar’’ karena pada bulan ini cuaca sangat terik dan panas di Semenanjung Arabia. Pada masa Islam, bulan Ramadan merupakan bulan ibadah puasa.

10.  SYAWAL
Pada masa Islam, bulan Syawal berarti ‘’peningkatan kebijakan setelah melewati masa latihan pengendalian diri selama sebulan penuh dengan puasa Ramadan’’. Pada awl bulan Syawal, kaum muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri atau perayaan yang menandai kemenangan melawan hawa nafsu.

11.  ZULKAIDAH
Bulan ke-11 dalam bulan Kamariah, yang berarti ‘’yang empunya duduk’’. Pada bulan ini orang Arab biasanya duduk-duduk saja di rumah.

12.  ZULHIJAH
Bulan ke-12 disebut Zulhijah yang berarti ‘’yang empunya haji’’. Dahulu pada bulan ini ada kebiasaan untuk melakukan ibadah haji ke Mekah (Ka’bah). Dalam agama Islam, ibadah haji masih tetap dilaksanakan pada bulan Zulhijah menurut contoh Nabi Muhammad SAW, yakni pada tanggal 8, 9, dan 10  Zulhijah.


Jumat, 20 Februari 2015

Kemerdekaan Negara-negara Afrika

SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN
 NEGARA – NEGARA AFRIKA

Afrika merupakan Benua terbesar kedua di dunia. Pada awalnya tidak ada yang tertarik dengan benua ini termasuk bangsa-bangsa barat. Hal ini diakibatkan karena di Afrika tanahnya gersang, sulit air, tandus, dan banyak terdapat gurun pasir yang luas.Tetapi setelah bangsa barat datang ke Afrika, maka wilayah Afrika dibagi menjadi banyak wilayah kekuasaan
Sampai dengan PD I tinggal ada 2 negara yang merdeka yaitu : Liberia dan Ethiopia. Sementara negara lainya sudah dikuasai oleh bangsa barat, Misalnya : Inggris berkuasa di :Mesir, Sudan, Uganda, Kenya, dll yang semuanya merupakan daerah yang subur dan padat penduduknya. Sementara kekuasaan Prancis Meliputi :Sahara, Gueinia, Maroko Aljazair, Tunisia, dll. Adapun wilayah yang dikuasai Prancis Terbagi dalam dua Propinsi besar yaitu : Afrika barat Prancis dan Afrika Equator Prancis. Selain itu negara lainya di Afrikapun rata-rata juga sudah dikuasai bangsa barat lainya.
Kebanyakan negara-negara barat didalam menguasai Afrika tidak sampai daerah pedalaman, hanya Inggris dan Prancis yang melakukan itu. Inggris hampir menguasai seluruh daerah Afrika dari utara ke selatan, terbukti dengan dibangunya jalur kereta api dari Cape sampai ke Cairo oleh Cecil Rhodes. Prancis yang ingin menguasai dunia dari samodra ke samodra di Afrika barat berhasil menemukan lautan Atlantik dan Guinia Prancis. Niat Inggris yang ingin menguasai dari daerah utara ke selatan terhalang oleh Jerman yang menguasai daerah Tanganyika dan Afrika bagian timur berdasarkan Perjanjian Helgoland 1892. Sebaliknya cita cita Prancis juga terhalang inggris di Sudan. Dengan melihat fakta diatas maka jelas bahwa sebelum Perang Dunia I daerah Afrika terbagi bagi menjadi daerah daerah kekuasaan bangsa barat.
Di Afrika selatan menjelang perang dunia I terjadi konflik antara orang  Inggris dengan orang Prancis keturunan. Hal ini disebabkan karena Inggris ingin agar Afrika Selatan yang sudah memperoleh hak otonomi berdiri dibelakang sekutu. Sementara orang Boer yang secara psikis lebih dekat dengan Jerman ingin agar Afrika selatan memihak Jerman. Akhirnya Inggris yang menang dan Afrika Selatan berdiri di belakang sekutu.
Perang dunia I membawa perubahan peta kekuasaan di Afrika. Yaitu tersisihnya dua penguasa berdasarkan perjanjian Versailles. Negara yang kalah dalam perang harus menyerahkan daerah kekuasanya pada LBB  menjadi daerah mandat. Daerah Jerman sebagian besar dikuasai oleh Inggris dan Prancis. Tanganyika dikuasai Inggris dan Belgia berkuasa di Ruanda dan Burundi.
Selama waktu antara Perang dunia I dan II belum muncul Nasionalisme di Afrika. Baru setelah selesai perang dunia II munculah nasionalisme besar-besaran di Afrika maupun di Asia yang ingin melepaskan diri dari penjajahan bangsa bangsa Eropa dengan tujuan untuk mencapai sebuah kemerdekaan. Setelah melalui perjuangan panjang akhirnya bangsa-bangsa di Afrika banyak yang mencapai Kemerdekaan pada sekitar tahun 1960. Selain dicapai melalui perjuangan kemerdekaan juga dicapai melalui solidaritas negara-negara di Asia dan Afrika juga ada yang dicapai secara damai yaitu kemerdekaan yang diberikan langsung oleh negara yang menjajah. Hanya ada  dua negara yang tidak mau melepaskan tanah jajahanya yaitu Spanyol dan Portugis. Bekas jajahan Inggris dan Prancis terpecah menjadi negara-negara kecil yang merdeka. Adapun kelompok negara negara baru tersebut adalab sebagai berikut:
1.                  Bekas jajahan Inggris : Sudan, Uganda, Kenya, Zansibar, Tanzania,  Malawi dan Zambia.
2.                  Di Afrika Barat : Ghana, Senegal, Gambia, Nigeria dan Somalia.

3.                  Daerah Prancis di Afrika Utara meliputi : Maroko, Aljazair, Tunisia, Mauritania, Niger, Pantai gading, Afrika Tengah, Chad, Kamerun, Togo, Malagazi, Eritrea, Congo, Gabon.

Amerika Latin

Nama   : Wiwin Rahmah Sari
Nim     : 1302045148
Tugas   : HIK ( Amerika Latin)
Dosen  : Ibu Uni W Sagena, S.IP, M.Si.Ph.D

Perkembangan Kawasan Amerika Latin
Istilah Amerika Latin muncul sebagai sebuah implikasi dari para penulis Perancis pada abad 19 kepada tiga sub-kawasan, yang antara lain; Amerika tengah, Karibia, dan Amerika selatan. Amerika latin adalah negara yang ada di belahan bumi barat sebelah selatan dan tenggara Amerika serikat, yang pernah di jajah oleh Negara eropa terutama Spanyol dan juga Portugal.
Banyak yang menjadi perintis dari gagasan-gagasan regionalisme dan kerjasama regional di kemudian hari. Setelah Kongres Panama, timbullah Kongres di Peru (Lima,1847) antara Peru, Bolivia, Chili, Ecuador, dan Granada Baru. Antara tahun 1847-1848 saja ada 19 pertemuan-pertemuan sejenis. Tercapai “Continental Treaty” antara Peru, Chili dan Ecuador (15 September 1856 di Santiago de Chile). Sebagai contoh, yang baru terjadi, ialah Konperensi Antar Amerika dari negara-negara Karibia di Havana/Kuba (1939), dan di sektor ekonomi antaranya timbul River Plata Regional Economic Conference di Montevideo, (Januari-Pebruari1941). Setelah Perang Dunia kedua, Meksiko menjadi tuan rumah dari Inter-American Conference on the Problems of War and Peace (Meksiko City, 1945).
Organsisasi yang bersifat regional maupun internasional terus digalang, dengan harapan akan tercipta keharmonisan politik dan kesejahteraan ekonomi di amerika latin. Organisasi tersebut misalnya saja The Organitation of american states (OAS), Organization de los Estados Americanus (OEA), kemudian di tahun 1975 muncul Sistema Economico latino Americano (SELA), Latin America free trade (LAFTA) yang kemudian berganti nama di tahun 18 maret 1981, menjadi, latin American Integration Association (LAIAI).
Faktor  pendorong regionalismo  di  Amerika  Latin
·                     Faktor Intern
Karena negara-negara di Amerika Latin memandang perlu adanya kerja sama kawasan (regional cooperation) untuk bersama-sama mengkonsolidasikan hasil-hasil perang kemerdekaan dan revolusi. Mereka juga memandang penting pula adanya kerjasama dalam membangun masyarakat Amerika Latin, walaupun masing-masing pemerintah akan menetapkan polanya sendiri.
·                     Faktor Ekstern
Masyarakat Amerika Latin melihat adanya bahaya yang mengancam, baik yang berupa intervensi fisik maupun intervensi politik yang kasar, maupun yang berupa penetrasi sosial, ekonomis dan kultural, serta bentuk-bentuk baru dari subversi asing yang lebih halus ramifikasinya.
Faktor  penghambat regionalismo  di  Amerika  Latin
Amerika Latin belum mampu bersaing dalam ekonomi internasional karena memiliki kinerja sektor teknologi yang lemah padahal di era globalisasi, teknologi menjadi alat utama pendorong industrialisasi  (Castells dan Laserna, 1989:539). Inilah yang menjadi faktor kedua menurunnya ekonomi Amerika Latin. Mereka juga tidak cukup mampu untuk mengimpor teknologi karena ekspor mereka tidak mencukupi untuk pertukaran tersebut. oleh karena itu Amerika Latin pada akhirnya mengambil jalan keluar dengan mengombinasikan kebijakan impor dan penggunaan teknologi endogen. Oleh karena keadaan inilah pada akhirnya Amerika Latin disetir oleh kepentingan Amerika Serikat untuk menukar teknologinya dengan penetrasi pasar (Castells dan Laserna, 1989:542). Hal ini dikarenakan pula oleh ketertarikan Amerika Serikat terhadap komoditas alam Amerika Latin yang tidak bisa didapatkan dalam negaranya sendiri. Oleh karena itu mereka memanfaatkan kondisi ini untuk memajukan perekonomian mereka sendiri dengan dalil membantu Amerika Latin lewat perusahaan multinasional yang beroperasi di negara-negara Amerika Latin. Di sini pasar keuangan dan lembaga-lembaga ekonomi Amerika Serikat mulai masuk dan mendominasi dalam arus modal Amerika Latin.

Pendapat Pesimis
Saya pesimis apabila kedepannya Amerika latin akan menjadi regionalisme yang lambat berkembang, hal ini dapat dilihat dari teori dependensi adalah teori yang muncul dari sejarah Amerika Latin, di mana ketergantungan ini menyerang sektor ekonomi yang lemah akibat kurangnya pengetahuan dan kinerja teknologi. Dari ketergantungan sektor ekonomi inilah kemudian sektor-sektor seperti sosial dan politik juga ikut disetir oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Menurut saya, revolusi teknologi telah mengintegrasikan negara dunia dalam satu sistem terpadu di bawah ekonomi internasional. Namun  teknologi juga telah membawa kelebihan dan kekurangan terhadap integrasi tersebut. Negara-negara yang mampu memperbaiki teknologinya akan menjadi pilot, sementara yang tertinggal akan menjadi penumpang yang hanya bisa mengikuti arah pilot mengemudikan pesawatnya.
Sistem kapitalis telah mendominasi. Pada era baru ini, sistem kapitalis telah memperkenalkan kita pada revolusi teknologi, formasi sistem ekonomi internasional, dan proses restrukturisasi dasar sosioekonomi. Amerika Latin sendiri pernah mengalami krisis sosial dan ekonomi yang menyebabkan mereka harus melakukan pemulihan besar-besaran, krisis ini disebabkan oleh masalah utang luar negeri dan kebijakan-kebijakan yang memperparah keadaan terhadap hal tersebut.
Pada masa ekspansi sistem kapitalis ke dunia, Amerika Latin telah melihat bahwa keadaan ekonominya memburuk dalam ekonomi internasional. Amerika Latin kehilangan daya saing, peran eksternal telah dikembangkan dengan fkous perdagangan pada Amerika Utara untuk restrukturisasi ekonomi sehingga muncullah bentuk ketergantungan baru, terutama terhadap OECD atau Organization for Economy Cooperation and Development (Castells dan Laserna, 1989:538). Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan menurunnya Amerika Latin dalam ekonomi dunia. Pertama, transformasi struktur perdagangan dunia, di mana bahan-bahan baku dan komoditas pertanian mulai menurun sementara barang-barang manufaktur semakin meningkat. Hal ini sangat tidak menguntungkan Amerika Latin karena mereka sangat lemah dalam pengolahan barang manufaktur sementara komoditas alamnya justru melimpah.

Refleksi
Kawasan Afrika
Saya lebih berminat pada kawasan Afrika, karena Afrika adalah regionalisme yang memiliki potensi yang perlu dipertimbangkan. Hal ini dapat dilihat dari SDA yang melimpah seperti; minyak, berlian, emas dan sebagainya.
            Untuk mendalami regionalisme di kawasan Afrika saya akan memfokuskan pada kemajuan perkembangan Regionalisme Afrika dengan melihat pada SDA yang dimiliki. Bagaimana Afrika dapat membangun integrasi di berbagai sektor, sehingga dapat menjadi kawasan yang tidak hanya menjadi tempat pengeksploitasian SDA saja, melainkan dapat menuntaskan kemiskinan yang sering melanda wilayah tersebut. Serta banyaknya konflik internal yang belum terselesaikan.
            Dengan mempelajari kawasan Afrika, saya telah memiliki wawasan tentang bagaimana keadaan di Afrika dan apa saja potensi yang dimiliki oleh Afrika. Selain itu, saya dapat mengetahui apa yang menjadi faktor penghambat dan pendorong di kawasan tersebut.
            Selain Afrika saya juga berminat untuk mendalami regionalisme di wilayah Asia Barat atau Timur Tengah yang memiliki banyak konflik, tetapi wilayahnya sangat diperhitungkan oleh negara-negara di dunia untuk dapat berinteraksi ke dalam wilayah tersebut. Timur Tengah adalah wilayah yang unik dan menarik untuk diteliti.
            Saya berharap untuk kedepannya dapat mengangkat judul skripsi dari kawasan Afrika dan dapat memberikan sumbangan pemikiran tentang wilayah tersebut.




Referensi
Castells, Manuel dan Laserna, Roberto. 1989. “The New Dependency: Technological Change and Socioeconomic Restructuring in Latin America” dalam Sociological Forum, Vol. 4, No. 4, Special Issue: Comparative National Development:Theory and Facts for the 1990s, pp. 535-560. Published by: Springer.
Isnaeni, Debby R.  & Kurniawati, Sandra. 2011. Penerapan Teori Dependensi di Amerika Latin. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Kriger, L.S, meill K., jantzen, S.L.1994. WorldHistory fourth edition, Perspectives on The Past. Lexington: D.C. Heath
Parwito M Sitradj, (2014). Koran Jakarta : Masa Depan Amerika Latin
Santos, Theotonio dan Randall, Laura. 1998. “The Theoretical Foundations of the Cardoso Government: A New Stage of the Dependency-Theory Debate” dalam Latin American Perspectives, Vol. 25, No. 1, The Brazilian Left and Neoliberalism, pp. 53-70. Published by: Sage Publications, Inc.
http://prita-f-w-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-77698-MBP%20Amerika%20Latin-Teori%20Dependensi%20di%20Amerika%20Latin.html






Perang Sipil AS

Nama   : Wiwin Rahmah Sari
Nim     : 1302045148
Tugas   : Politik dan Pemerintahan AS
  Perang Sipil AS
Dosen  : Ibu Yuniarti, S.Ip. M.Si

Perang saudara di Amerika Serikat yang terjadi antara 1861-1865 didalam lembaran sejarah Amerika Serikat lebih di kenal dengan istilah The Civil War 1861-1865. The Civil War diartikan sebagai Perang Warga Negara antara bangsa atau warga negara yang tinggal di 11 negara bagian yang berada diwilayah selatan yang memproklamasikan dirinya sebagai negara Konfederasi dibawah pimpinan Presiden Jefferson David berhadapan dengan warga negara yang berdiam di 23 negara bagian yang berada di wilayah utara dengan menyebut dirinya sebagai pihak Union dibawah pimpinan Presiden Abraham Lincoln.
Perang ini disebut juga sebagai perang budak karena secara substansi peperangan ini terjadi antara pihak Union (Utara) yang menghendaki penghapusan sistem perbudakan yang dianggap melanggar Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, berhadapan dengan pihak konfederasi (selatan) yang tetap mempertahankan sistem perbudakan sebagai inti tenaga perkebunan yang merupakan basis perekonomian di pihak konfederasi.
Terdapat 23 negara bagian yang setia dengan Pemerintah Union, diantaranya adalah California, Delaware, Illinois, India, Iowa, Kentucky, Marne, Maryland, Massachussets, Michigan, Minnesota, Missiori, New Hampshire, New Jersey, New York, Ohio, Oregon, Pennsylvania, Rodhe Island, Vermont dan Wisconsin.
Kemudian tujuh negara-negara Konfederasi, yaitu : South Carolina, Mississippi, Florida, Alabama, Georgia, Louisiana, dan Texas. Dalam perang saudara ini, Virginia, Arkansas, Tennessee, dan North Carolina menyusul untuk bergabung dalam Konfederasi. Untuk menghadapi peperangan, negara Konfederasi membentuk Tentara Konfederasi.
            Sebuah persoalan yang memperburuk perbedaan regional dan ekonomi antara Utara dan Selatan adalah perbudakan. Orang Selatan, yang marah melihat keuntungan besar yang didapat pelaku bisnis Utara dari pemasaran kapas, menyatakan sebab keterbelakangan daerah Selatan adalah bertambahnya kekuasaan daerah Utara. Sebaliknya, orang Utara menyatakan bahwa perbudakan, yang mereka sebut sebagai ”institusi yang ganjil”, adalah penyebab utama kemunduran di daerah tersebut. Padahal, perbudakan bagi orang Selatan sangat penting bagi perekonomian mereka. Sehingga negara-negara Utara disebut "negara bagian bebas" dan di Selatan "negara bagian budak".
Perang ini dilatarbelakangi oleh konflik antara pemerintah di kawasan Utara dengan para tuan tanah di wilayah Selatan mengenai isu perbudakan. Saat itu, Lincoln memutuskan bahwa sudah saatnya praktik perbudakan dihapuskan. Kebijakan itu ditentang pihak Selatan.
Para penguasa Selatan lalu berencana untuk memisahkan diri dari pemerintah AS. Pada 1860, mayoritas negara-negara yang masih mempraktikan perbudakan secara terang-terangan akan berpisah dari AS bila Partai Republik, yang dikenal sebagai partai anti perbudakan, menang pemilihan umum (pemilu). Dengan terpilihnya Presiden Abraham Lincoln .
Di Selatan, banyak orang yang menjadi budak yang dimiliki orang lain, dan sebagian besar pekerjaan di ladang dikerjakan oleh mereka. Sedangkan negara-negara bagian di utara telah memutuskan membuat hukum yang menyatakan tak seorang pun bisa memiliki/memperbudak orang lain. Tak seperti negara bagian, teritori itu tak membantu memutuskan siapa yang bakal jadi presiden dan teritori itu tak mengirim wakilnya ke Washington, DC untuk membuat hukum seluruh negeri. Banyak orang kulit putih yang pindah ke sana dan tiap orang setuju bahwa suatu hari semua teritori itu harus disebut negara bagian.
Abraham Lincoln berasal dari utara dan saat ia berpacu demi jabatan presiden, ia berkata bahwa semua negara bagian itu akan menjadi negara bagian bebas meski ia tidak merencanakan menyuruh setiap budak di negara bagian budak itu. Lincoln, yang diusung Partai Republik, akhirnya menang pemilu dan ini mengundang reaksi keras dari pihak Selatan. Para pemilik budak di selatan juga takut akan beberapa orang yang mengatakan mereka ingin menjadikannya kejahatan untuk memiliki para budak di semua bagian AS. Banyak juga orang di utara yang tinggal di kota-kota dan bekerja di pabrik dan mereka menginginkan kebijakan yang membantu ekonominya. Namun banyak orang di selatan yang tinggal di kota kecil dan bekerja di pertanian, dan menginginkan kebijakan yang mendukung ekonominya. Mereka sering tak bisa setuju pada keputusan terbaik.
Saat Lincoln memenangkan pemilu dan menjadi presiden baru, banyak negara budak yang memisahkan diri AS dan membentuk negara baru, Negara Konfederasi Amerika, yang beribukota di Richmond, Virginia. Pemilihan Lincoln membuat pemisahan South Carolina dari Union tak terelakkan. Negara bagian itu telah lama menunggu kesempatan yang akan menyatukan wilayah Selatan melawan anti-perbudakan. Begitu hasil pemilihan diketahui, konvensi khusus South Carolina menyatakan bahwa "Union yang sekarang ini berlangsung antara South Carolina dan negara-negara bagian lain dibawah nama Amerika Serikat dengan ini di bubarkan”. Pada tanggal 1 Februari 1861, enam Negara bagian lain di Selatan melepaskan diri. Pada tanggal 7 Februari, ketujuh negara bagian tersebut membuat konstitusi sementara untuk Konfederasi Negara Bagian Amerika yang beribukota di Richmond, Virginia. Sisa Negara bagian lainnya memutuskan bergabung dengan Union. Setelah 34 jam baku tembak, benteng itu berhasil direbut Konfederasi, namun dua hari kemudian Presiden Abraham Lincoln mengumumkan seruan untuk merekrut 75.000 relawan demi membantu pasukan pemerintah memberantas pemberontakan dari kawasan selatan.
Perang Pada 4 Februari 1861, sebelum Lincoln disumpah, tujuh negara bagian sudah menyatakan bergabung dengan Uni. Keadaan meruncing pada 4 Maret dan pemberontakan kecil pun mulai bermunculan. Hingga akhir tahun 1861, Missouri dan Kentucky dibagi, Pro-Selatan (Konfenderasi) dan Pro-Utara (Uni/Pemerintah).
Ada dua daerah penting di mana perang itu terjadi-di wilayah barat dan di wilayah timur. Di wilayah timur, ada ibukota AS, Washington, District of Columbia, dan ibukota Konfederasi di Richmond. Kedua kota itu hanya berjarak 90 mil. Di daerah ini, pemimpin militer Konfederasi ialah Robert E. Lee. Lee adalah jenderal yang jenius dan banyak memenangkan pertempuran, termasuk Pertempuran Bull Run Pertama, dan Pertempuran Bull Run Kedua dan berhasil menekan pasukan Uni mundur, hingga berhasil dihambat oleh pasukan Uni dalam Pertempuran Antietam. Akan tetapi, Pertempuran Gettysburglah yang merupakan titik balik perang ini. Pertempuran Gettysburg banyak memakan korban jiwa, baik dari Uni dan Konfederasi, tetapi jumlah pasukan Konfederasi lebih sedikit jika dibandingkan pasukan Uni, sehinnga jelas kerugian berada di Konfederasi. Sejak perang ini, Konfederasi hampir tidak pernah lagi melancarkan serangan.
Di wilayah barat, daerah Sungai Mississippi. Di wilayah ini, pasukan Konfederasi banyak mengalami kekalahan. Pasukan Uni yang dipimpin oleh Ulysses Grant (yang kemudian menjadi Presiden AS) banyak memenangkan pertempuran di sini. Pasukan Uni menduduki hampir semua kota di sungai Mississippi, namun Konfederasi masih memegang Vicksburg. Pada 4 Juli 1863, Vicksburg akhirnya menyerah kepada Ulysses. Ini membagi wilayah Konfederasi menjadi dua bagian dan membuka jalan untuk menyerang jantung pertahanan dari Konfederasi.
Grant menyerang Lee kembali dalam Operasi Appomattox. Lee menyadari pasukannya telah kalah banyak dan ia akhirnya menyerah pada Grant pada 9 April 1865. Menyerahnya Lee menandai kehancuran negara Konfederasi. Kemenangan untuk Uni selain mengakhiri negara Konfederasi, juga mengakhiri praktik perbudakan di Amerika Serikat, dan memperkuat posisi pemerintah federal. Permasalahan sosial, politik, ekonomi, dan rasial setelah peperangan berhasil dituntaskan pada tahun 1877.
Nama Perang Sipil sebenarnya menyesatkan karena perang itu bukan perjuangan kelas, tetapi perang sectional yang memiliki akarnya dalam elemen politik, ekonomi, sosial, dan psikologis begitu kompleks sehingga sejarawan masih tidak setuju tentang penyebab dasarnya. Telah ditandai, dalam kata-kata William H. Seward, sebagai "konflik tak tertahankan." Dalam penilaian lain Perang Sipil dipandang sebagai pidana yang bodoh, yang tak perlu mengeluarkan darah dibawa oleh ekstrimis arogan dan politisi kurang tangkas. Kedua pandangan menerima kenyataan bahwa pada tahun 1861 ada sebuah situasi yang, benar atau salah, telah datang dianggap sebagai larut dengan cara damai.
Pada zaman Revolusi Amerika dan adopsi dari Konstitusi, perbedaan antara Utara dan Selatan telah dikerdilkan oleh kepentingan bersama mereka dalam membangun negara baru. Tapi sectionalism terus tumbuh kuat. Selama abad ke-19 Selatan tetap hampir sepenuhnya pertanian, dengan ekonomi dan tatanan sosial yang sebagian besar didirikan pada perbudakan dan sistem perkebunan. Lembaga-lembaga ini saling tergantung menghasilkan bahan pokok, terutama kapas, asal dari kekayaan Selatan. Utara memiliki sumber daya pertanian besar sendiri, selalu lebih maju komersialitasnya, dan juga perluasan industri.
Permusuhan antara dua bagian tumbuh dapat dilihat setelah 1820, tahun Missouri Compromise, yang dimaksudkan sebagai solusi permanen untuk masalah di mana permusuhan yang paling jelas diekspresikan-pertanyaan tentang perpanjangan atau pelarangan perbudakan di wilayah federal Barat. Kesulitan atas tarif (yang dipimpin John C. Calhoun dan South Carolina untuk pembatalan dan hak-hak suatu negara ekstrim 'berdiri) dan masalah selama perbaikan internal juga terlibat, tapi masalah teritorial hampir selalu menjulang terbesar. Dalam keberangan moral Utara meningkat dengan munculnya perbudakan di tahun 1830-an. Karena perbudakan adalah yang tak dapat diterima untuk banyak tanah teritorial, yang pada akhirnya akan diakui sebagai negara bebas, Selatan menjadi lebih cemas tentang mempertahankan posisinya sebagai yang sama dalam Uni. Selatan sehingga sangat mendukung aneksasi Texas (tertentu untuk menjadi negara budak) dan Perang Meksiko dan bahkan gelisah untuk aneksasi Kuba.
Kompromi tahun 1850 menandai akhir periode yang mungkin disebut era kompromi. Kematian pada tahun 1852 Henry Clay dan Daniel Webster tidak meninggalkan pemimpin bertubuh nasional, tetapi hanya juru bicara sectional, seperti WH Seward, Charles Sumner, dan Salmon P. Chase di Utara dan Jefferson Davis dan Robert Toombs di Selatan. Dengan Kansas-Nebraska Act (1854) dan perjuangan konsekuen atas "pendarahan" Kansas faksi pertama terpaksa menembak. Selatan pernah waspada untuk melindungi "Peculiar Institution", yang walaupun banyak Selatan diakui perbudakan sebagai anakronisme dalam usia yang seharusnya tercerahkan. Nafsu terangsang oleh argumen atas hukum budak buronan dan lebih dari perbudakan pada umumnya lebih senang dengan kegiatan perbudakan John Brown dan Utara oleh ucapan-ucapan proslavery kuat dari Yancey L. William, salah satu fire-eaters Selatan terkemuka.


REFERENSI
1.http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Saudara_Amerika_Serikat
2.http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2011/11/perang-saudara-amerika-1861-1865.html
3.http://dunia.vivanews.com/news/read/143100-perang_saudara_di_amerika_serikat_dimulai
4.http://portaledu.wordpress.com/2009/10/22/perang-saudara-amerika/
5. http://www.kaskus.us/showthread.php?p=245186397

lirik lagu so soon Maher Zain

So Soon

Every time I close my eyes I see you in front of me
I still can hear your voice calling out my name
And I remember all the stories you told me
I miss the time you were around (x2)
But I’m so grateful for every moment I spent with you
‘Cause I know life won’t last forever

Chorus:
You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on ’cause I know it’s been too long
I’ve got to stop the tears, keep my faith and be strong
I’ll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when I wake up you are gone
Gone so soon

Night and day, I still feel you are close to me
And I remember you in every prayer that I make
Every single day may you be shaded by His mercy
But life is not the same, and it will never be the same
But I’m so thankful for every memory I shared with you
‘Cause I know this life is not forever

CHORUS

There were days when I had no strength to go on
I felt so weak and I just couldn’t help asking: “Why?”
But I got through all the pain when I truly accepted
That to God we all belong, and to Him we’ll return, ooh

+Rinal Purba
lirik lagu di dalam bahasa Indonesian
Sangat Dini

Setiap kali aku menutup mata aku melihatmu di depanku
Aku masih bisa mendengar suaramu memanggil namaku
Dan aku ingat semua kisah yang kau ceritakan padaku
Aku merindukan hari-hari saat kamu ada
Tapi aku bersyukur untuk setiap saat yang kuhabiskan bersamamu
Karena aku tahu kehidupan tidak berlangsung selamanya

Chorus:
Kamu pergi sangat dini, sangat dini
Kamu pergi sangat dini, sangat dini
Aku harus berjalan terus karena aku tahu ini sudah terlalu lama
Aku harus menghentikan air mata ini, menjaga imanku dan tetap kuat
Aku melihatmu dalam mimpiku tapi saat aku bangun kamu sudah pergi
Pergi sangat dini

Malam dan siang, aku masih bisa merasakanmu di dekatku
Dan aku mengingatmu di setiap doa yang aku panjatkan
Setiap hari semoga kau dilimpahkan dengan rahmat-Nya
Tapi hidupku sudah tidak sama, tidak akan pernah sama
Tapi aku bersyukur untuk setiap saat yang kuhabiskan bersamamu
Karena aku tahu kehidupan tidak berlangsung selamanya

Chorus:
Kamu pergi sangat dini, sangat dini
Kamu pergi sangat dini, sangat dini
Aku harus berjalan terus karena aku tahu ini sudah terlalu lama
Aku harus menghentikan air mata ini, menjaga imanku dan tetap kuat
Aku melihatmu dalam mimpiku tapi saat aku bangun kamu sudah pergi
Pergi sangat dini

Ada hari-hari dimana aku tidak mempunyai kekuatan untuk melanjutkan
Aku merasa sangat lemah dan tidak dapat menahan bertanya "Kenapa?"
Tapi aku dapat melewati semua rasa sakit itu saat aku benar-benar menerima
Bahwa kita semua milik Tuhan, dan kepada-Nya kita berpulang, ooh

logo TKJ

 Belajar buat logo TKJ, waktu masih smk :D

Alasan Mengambil MK Pemikiran Politik Islam

Nama   : Wiwin Rahmah Sari
Nim     : 1302045148

1.      Alasan mengambil matakuliah Pemikiran Politik Islam
Saya tertarik mengambil matakuliah Pemikiran Politik Islam karena sebagai agama yang sempurna, islam mengatur semua asfek kehidupan manusia, mulai urusan sederhana seperti adab makan, tidur, ke kamar mandi dan seterusnya, sampai urusan keumatan, bertetangga, bermasyarakat, dan bernegara.
Saya juga kagum dengan masa kekhalifahan Baginda Rasulullah yang membentuk sebuah komunitas, yang diyakini bukan cuma komunitas agama, tapi juga komunitas yang berhasil menyatukan berbagai komunitas kesukuan dalam Islam. Lebih dari itu, di Madinah, Rasulullah juga berhasil mengatur kehidupan kaum muslim, Nasrani, serta Yahudi dalam komunitas “Negara Madinah” atau “masyarakat Madinah”.
Selain itu pada masa pemerintahan khulafaurrashidin. Hanya saja islam pada masa ini diwarnai oleh pergantian kepemimpinan, terutama di masa-mas akhir yang diwarnai oleh pertumpahan darah. Masing-masing masa pergantian mempunyai kharakternya masing-masing. Baru kemudian Islam memasuki masa kekhalifahan yang tidak lagi terpusat di Madinah, melainkan berpindah ke Damaskus (Umayyah), Baghdad (Abbasiyah), dan Turky (Turky Ustmani). Masing-masing kekhalifahan mempunyai karakter politik yang khas pada zamanya. Dan pada masa ustamani dikenal sebagai keruntuhan kekhalifahan Islam.

2.      Rencana setelah mempelajari Pemikiran Politik Islam
Setelah mempelajari Pemikiran Politik Islam saya ingin mempelajari lebih jauh tentang politik islam dengan semua kekhalifahannya yang dimulai dari Baginda Rasulullah, sahabat-sahabat beliau hingga masa pemerintahan khulafaurrashidin.
            Selain itu saya juga ingin mengambil fokus tentang timteng, yang mungkin berada di negara Turky (Turky Ustmani), dimana pada masa ini dikenal sebagai keruntuhan kekhalifahan Islam. Saya ingin mengetahui tentang sejarahnya yang membuat Islam dapat terpuruk dan dapat menemukan solusi agar Islam dapat menjadi agama yang tidak dipandang sebelah mata, Islam harus menjadi agama yang sempurna karena agama ini adalah wahyu dari Yang Maha Kuasa, dan saya sangat bangga.

3.      Yang terlintas saat pertama kali mendengar Pemikiran Politik Islam
Pertama kali mendengar Pemikiran Politik Islam yang terlintas adalah Baginda Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau yang lembut seperti Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebijaksana Sayyidina Umar bin Khattab, sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib, sesederhana Bilal, dan setegar Khalid bin Whalid radiallahu’anhum.



Terima Kasih dan Mohon Bimbingannya.