Nama :
Wiwin Rahmah Sari
Nim :
1302045148
Tugas : Politik dan Pemerintahan AS
Perang Sipil AS
Dosen : Ibu Yuniarti, S.Ip. M.Si
Perang
saudara di Amerika Serikat yang terjadi
antara 1861-1865 didalam lembaran sejarah Amerika Serikat lebih di kenal dengan
istilah The Civil War 1861-1865. The Civil War
diartikan sebagai Perang Warga Negara antara bangsa atau warga negara yang
tinggal di 11 negara
bagian yang berada diwilayah selatan yang memproklamasikan dirinya sebagai
negara Konfederasi dibawah pimpinan Presiden Jefferson David berhadapan dengan
warga negara yang berdiam di 23 negara bagian yang berada di wilayah utara
dengan menyebut dirinya sebagai pihak Union dibawah pimpinan Presiden Abraham
Lincoln.
Perang ini disebut juga sebagai perang budak karena secara substansi
peperangan ini terjadi antara pihak Union (Utara) yang menghendaki penghapusan
sistem perbudakan yang dianggap melanggar Deklarasi Kemerdekaan Amerika
Serikat, berhadapan dengan pihak konfederasi (selatan) yang tetap
mempertahankan sistem perbudakan sebagai inti tenaga perkebunan yang merupakan
basis perekonomian di pihak konfederasi.
Terdapat 23
negara bagian yang setia dengan Pemerintah Union, diantaranya adalah
California, Delaware, Illinois, India, Iowa, Kentucky, Marne, Maryland,
Massachussets, Michigan, Minnesota, Missiori, New Hampshire, New
Jersey, New York, Ohio, Oregon, Pennsylvania, Rodhe Island, Vermont dan
Wisconsin.
Kemudian
tujuh negara-negara Konfederasi, yaitu : South Carolina, Mississippi,
Florida, Alabama, Georgia, Louisiana, dan Texas. Dalam perang saudara ini,
Virginia, Arkansas, Tennessee, dan North Carolina menyusul untuk bergabung
dalam Konfederasi. Untuk menghadapi peperangan, negara Konfederasi membentuk Tentara Konfederasi.
Sebuah persoalan yang memperburuk perbedaan regional dan
ekonomi antara Utara dan Selatan adalah perbudakan. Orang Selatan, yang marah
melihat keuntungan besar yang didapat pelaku bisnis Utara dari pemasaran kapas,
menyatakan sebab keterbelakangan daerah Selatan adalah bertambahnya kekuasaan
daerah Utara. Sebaliknya, orang Utara menyatakan bahwa perbudakan, yang mereka
sebut sebagai ”institusi yang ganjil”, adalah penyebab utama kemunduran di
daerah tersebut. Padahal, perbudakan bagi orang Selatan sangat penting bagi
perekonomian mereka. Sehingga negara-negara Utara disebut "negara bagian
bebas" dan di Selatan "negara bagian budak".
Perang ini
dilatarbelakangi oleh konflik antara pemerintah di kawasan Utara dengan para
tuan tanah di wilayah Selatan mengenai isu perbudakan. Saat itu, Lincoln
memutuskan bahwa sudah saatnya praktik perbudakan dihapuskan. Kebijakan itu
ditentang pihak Selatan.
Para
penguasa Selatan lalu berencana untuk memisahkan diri dari pemerintah AS. Pada
1860, mayoritas negara-negara yang masih mempraktikan perbudakan secara
terang-terangan akan berpisah dari AS bila Partai Republik, yang dikenal
sebagai partai anti perbudakan, menang pemilihan umum (pemilu). Dengan
terpilihnya Presiden Abraham Lincoln .
Di Selatan,
banyak orang yang menjadi budak yang dimiliki orang lain, dan sebagian besar
pekerjaan di ladang dikerjakan oleh mereka. Sedangkan negara-negara bagian di
utara telah memutuskan membuat hukum yang menyatakan tak seorang pun bisa memiliki/memperbudak
orang lain. Tak seperti negara bagian, teritori itu tak membantu memutuskan
siapa yang bakal jadi presiden dan teritori itu tak mengirim wakilnya ke
Washington, DC untuk membuat hukum seluruh negeri. Banyak orang kulit putih
yang pindah ke sana dan tiap orang setuju bahwa suatu hari semua teritori itu
harus disebut negara bagian.
Abraham
Lincoln berasal dari utara dan saat ia berpacu demi jabatan presiden, ia
berkata bahwa semua negara bagian itu akan menjadi negara bagian bebas meski ia
tidak merencanakan menyuruh setiap budak di negara bagian budak itu. Lincoln,
yang diusung Partai Republik, akhirnya menang pemilu dan ini mengundang reaksi
keras dari pihak Selatan. Para pemilik budak di selatan juga takut akan
beberapa orang yang mengatakan mereka ingin menjadikannya kejahatan untuk
memiliki para budak di semua bagian AS. Banyak juga orang di utara yang tinggal
di kota-kota dan bekerja di pabrik dan mereka menginginkan kebijakan yang
membantu ekonominya. Namun banyak orang di selatan yang tinggal di kota kecil
dan bekerja di pertanian, dan menginginkan kebijakan yang mendukung ekonominya.
Mereka sering tak bisa setuju pada keputusan terbaik.
Saat Lincoln
memenangkan pemilu dan menjadi presiden baru, banyak negara budak yang memisahkan
diri AS dan membentuk negara baru, Negara Konfederasi Amerika, yang beribukota
di Richmond, Virginia. Pemilihan Lincoln membuat pemisahan South Carolina dari
Union tak terelakkan. Negara bagian itu telah lama menunggu kesempatan yang
akan menyatukan wilayah Selatan melawan anti-perbudakan. Begitu hasil pemilihan
diketahui, konvensi khusus South Carolina menyatakan bahwa "Union yang
sekarang ini berlangsung antara South Carolina dan negara-negara bagian lain
dibawah nama Amerika Serikat dengan ini di bubarkan”. Pada tanggal 1 Februari
1861, enam Negara bagian lain di Selatan melepaskan diri. Pada tanggal 7
Februari, ketujuh negara bagian tersebut membuat konstitusi sementara untuk
Konfederasi Negara Bagian Amerika yang beribukota di Richmond, Virginia. Sisa
Negara bagian lainnya memutuskan bergabung dengan Union. Setelah 34 jam baku
tembak, benteng itu berhasil direbut Konfederasi, namun dua hari kemudian
Presiden Abraham Lincoln mengumumkan seruan untuk merekrut 75.000 relawan demi
membantu pasukan pemerintah memberantas pemberontakan dari kawasan selatan.
Perang Pada 4 Februari 1861, sebelum Lincoln disumpah, tujuh
negara bagian sudah menyatakan bergabung dengan Uni. Keadaan meruncing pada 4
Maret dan pemberontakan kecil pun mulai bermunculan. Hingga akhir tahun 1861,
Missouri dan Kentucky dibagi, Pro-Selatan (Konfenderasi) dan Pro-Utara
(Uni/Pemerintah).
Ada dua
daerah penting di mana perang itu terjadi-di wilayah barat dan di wilayah
timur. Di wilayah timur, ada ibukota AS, Washington, District of Columbia, dan
ibukota Konfederasi di Richmond. Kedua kota itu hanya berjarak 90 mil. Di
daerah ini, pemimpin militer Konfederasi ialah Robert E. Lee. Lee adalah
jenderal yang jenius dan banyak memenangkan pertempuran, termasuk Pertempuran
Bull Run Pertama, dan Pertempuran Bull Run Kedua dan berhasil menekan pasukan
Uni mundur, hingga berhasil dihambat oleh pasukan Uni dalam Pertempuran
Antietam. Akan tetapi, Pertempuran Gettysburglah yang merupakan titik balik
perang ini. Pertempuran Gettysburg banyak memakan korban jiwa, baik dari Uni
dan Konfederasi, tetapi jumlah pasukan Konfederasi lebih sedikit jika
dibandingkan pasukan Uni, sehinnga jelas kerugian berada di Konfederasi. Sejak
perang ini, Konfederasi hampir tidak pernah lagi melancarkan serangan.
Di wilayah
barat, daerah Sungai Mississippi. Di wilayah ini, pasukan Konfederasi banyak
mengalami kekalahan. Pasukan Uni yang dipimpin oleh Ulysses Grant (yang
kemudian menjadi Presiden AS) banyak memenangkan pertempuran di sini. Pasukan
Uni menduduki hampir semua kota di sungai Mississippi, namun Konfederasi masih
memegang Vicksburg. Pada 4 Juli 1863, Vicksburg akhirnya menyerah kepada
Ulysses. Ini membagi wilayah Konfederasi menjadi dua bagian dan membuka jalan
untuk menyerang jantung pertahanan dari Konfederasi.
Grant
menyerang Lee kembali dalam Operasi Appomattox. Lee menyadari pasukannya telah
kalah banyak dan ia akhirnya menyerah pada Grant pada 9 April 1865. Menyerahnya
Lee menandai kehancuran negara Konfederasi. Kemenangan untuk Uni selain
mengakhiri negara Konfederasi, juga mengakhiri praktik perbudakan di Amerika
Serikat, dan memperkuat posisi pemerintah federal. Permasalahan sosial,
politik, ekonomi, dan rasial setelah peperangan berhasil dituntaskan pada tahun
1877.
Nama Perang
Sipil sebenarnya menyesatkan karena perang itu bukan perjuangan kelas, tetapi
perang sectional yang memiliki akarnya dalam elemen politik, ekonomi, sosial,
dan psikologis begitu kompleks sehingga sejarawan masih tidak setuju tentang
penyebab dasarnya. Telah ditandai, dalam kata-kata William H. Seward, sebagai
"konflik tak tertahankan." Dalam penilaian lain Perang Sipil
dipandang sebagai pidana yang bodoh, yang tak perlu mengeluarkan darah dibawa
oleh ekstrimis arogan dan politisi kurang tangkas. Kedua pandangan menerima
kenyataan bahwa pada tahun 1861 ada sebuah situasi yang, benar atau salah,
telah datang dianggap sebagai larut dengan cara damai.
Pada zaman
Revolusi Amerika dan adopsi dari Konstitusi, perbedaan antara Utara dan Selatan
telah dikerdilkan oleh kepentingan bersama mereka dalam membangun negara baru.
Tapi sectionalism terus tumbuh kuat. Selama abad ke-19 Selatan tetap hampir
sepenuhnya pertanian, dengan ekonomi dan tatanan sosial yang sebagian besar
didirikan pada perbudakan dan sistem perkebunan. Lembaga-lembaga ini saling
tergantung menghasilkan bahan pokok, terutama kapas, asal dari kekayaan
Selatan. Utara memiliki sumber daya pertanian besar sendiri, selalu lebih maju
komersialitasnya, dan juga perluasan industri.
Permusuhan
antara dua bagian tumbuh dapat dilihat setelah 1820, tahun Missouri Compromise,
yang dimaksudkan sebagai solusi permanen untuk masalah di mana permusuhan yang
paling jelas diekspresikan-pertanyaan tentang perpanjangan atau pelarangan
perbudakan di wilayah federal Barat. Kesulitan atas tarif (yang dipimpin John
C. Calhoun dan South Carolina untuk pembatalan dan hak-hak suatu negara ekstrim
'berdiri) dan masalah selama perbaikan internal juga terlibat, tapi masalah
teritorial hampir selalu menjulang terbesar. Dalam keberangan moral Utara
meningkat dengan munculnya perbudakan di tahun 1830-an. Karena perbudakan
adalah yang tak dapat diterima untuk banyak tanah teritorial, yang pada
akhirnya akan diakui sebagai negara bebas, Selatan menjadi lebih cemas tentang
mempertahankan posisinya sebagai yang sama dalam Uni. Selatan sehingga sangat
mendukung aneksasi Texas (tertentu untuk menjadi negara budak) dan Perang
Meksiko dan bahkan gelisah untuk aneksasi Kuba.
Kompromi
tahun 1850 menandai akhir periode yang mungkin disebut era kompromi. Kematian
pada tahun 1852 Henry Clay dan Daniel Webster tidak meninggalkan pemimpin
bertubuh nasional, tetapi hanya juru bicara sectional, seperti WH Seward,
Charles Sumner, dan Salmon P. Chase di Utara dan Jefferson Davis dan Robert
Toombs di Selatan. Dengan Kansas-Nebraska Act (1854) dan perjuangan konsekuen
atas "pendarahan" Kansas faksi pertama terpaksa menembak. Selatan
pernah waspada untuk melindungi "Peculiar Institution", yang walaupun
banyak Selatan diakui perbudakan sebagai anakronisme dalam usia yang seharusnya
tercerahkan. Nafsu terangsang oleh argumen atas hukum budak buronan dan lebih
dari perbudakan pada umumnya lebih senang dengan kegiatan perbudakan John Brown
dan Utara oleh ucapan-ucapan proslavery kuat dari Yancey L. William, salah satu
fire-eaters Selatan terkemuka.
REFERENSI
1.http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Saudara_Amerika_Serikat
2.http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2011/11/perang-saudara-amerika-1861-1865.html
3.http://dunia.vivanews.com/news/read/143100-perang_saudara_di_amerika_serikat_dimulai
4.http://portaledu.wordpress.com/2009/10/22/perang-saudara-amerika/
5.
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=245186397