Senin, 29 Desember 2014

Tanggapan Tentang Regionalisme


Pasca Perang Dunia II teori Regionalisme telah muncul dalam dua gelombang besar. Suprantionalism dan intergovernmentalism menjadi teori di gelombang pertama. Teori Pertama-gelombang regionalisme adalah bagian dari perdebatan teoritis yang lebih luas antara liberalisme dan realisme. Pada intinya adalah masalah yang berkaitan dengan kedaulatan, anarki internasional, dilema keamanan dan memungkinkan adanya kerjasama jangka panjang yang efektif antara negara-bangsa. Kerjasama regional menjadi pilihan yang jauh lebih baik untuk ekonomi dan pemulihan politik daripada kompetisi dan persaingan.

Pendekatan Supranasional bertujuan menahan kedaulatan negara-bangsa dengan pembentukan lembaga dan badan-badan pengambil keputusan yang menggantikan dan menimpa pemimpin otoritas negara-bangsa. Pendekatan supranasional, seperti federalisme, fungsionalisme dan neofunctionalism.

Sedangkan pendekatan intergovernmentalism, yang menekankan sentralitas kedaulatan dan negara-bangsa dalam konteks kerjasama internasional dan regional. Eropa, menjadi tolak ukur pengujian untuk berbagai pendekatan ini dengan melihat geopolitik dan sejarah. Pendekatan intergovermentalisme untuk regionalisme dan regionalisasi membagi sentralitas negara-bangsa sebagai subyek utama analisis. 

Respons : Tidak ada pendekatan yang benar-benar dapat menggambarkan integrasi, UE hanyalah contoh saja. Kerjasama regional menjadi pilihan yang lebih baik untuk ekonomi dan pemulihan politik daripada kompetisi dan persaingan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar